Food Terminology #2
1. GRATIN
Gratin adalah lapisan keemasan yang terbentuk dari
permukaan makanan disaat makanan tersebut di brown didalam oven atau diletakkan
di bawah grill atau broiler biasanya di atas makanan tersebut dilapisi dengan
parutan keju, bread crumbs, or egg dan bread crumbs sebelumnya, “ gratin”
adalah lapisan yang menempel pada wadah memasak, yang mana digores (grate in
French) dan dimakan sebagai makanan kecil yang lezat. Istilah tersebut telah
diperluas untuk menunjukkan metode dari memasak ikan, daging, sayuran, pasta
dan bahkan dari makanan yang manis-manis.
2. MEUNIERE
Meuniere adalah sebuah metode memasak yang dapat digunakan
untuk semua jenis potongan ikan (whole, filleted, or steaks) ikannya selalu
menggunakan sedikit terigu (sebab itu nama dari makanan/ meuniere berarti
istrinya miller) dan digoreng menggunakan butter ini disusun diatas makanan
yang memanjang dan di sprinkle dengan lemon juice, kemudian mentega nousette,
butter noisette. Dan finally chop parsley.
3. CLAM CHOWDER
Clam chowder, new England sebuah clam chowder terbuat dari
cream atau susu: juga dikenal sebagai clam chowder BOSTON.
4. CHOUX PASTRY
Choux pastry adonan pastry prancis klasik digunakan untuk
membuat eclairs, cream puffs dan sejenisnya;adonannya lembab seperti paste, seperti
adaonan yang dibuat dengan menggunakan air yang mendidih dan atau susu, tepung,
telur, mentega. pertama-tama dimasak diatas kompor, kemudian di bake didalam
oven, produk yang dihasilkan bertekstur keras, dengan tampilan luar yang renyah
dan didlamnya berongga juga dikenal sebagai pate a choux.
5. SALAD
Salad adalah sebuah makanan mentah atau makanan yang
dimasak dingin biasanya di dressed dan di seasoned disajikan sebagai makanan
sampingan.
6. NASI DAN IKAN
Nasi dan ikan disebut sebagai dua
makanan yang terus ada dari zaman ke zaman di Indonesia sejak masa Paleolitikum
(50.000 hingga 100.000 tahun lalu), seperti dicatatkan dalam buku Jejak
Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia. Pada masa itu, makanan di Asia
Tenggara telah terbentuk berdasarkan karakter geografisnya, termasuk
padi-padian yang tumbuh subur di barat, sementara umbi-umbian subur di timur. Saking
suburnya, lahan tani di Jawa menjadi sumber beras bagi pulau-pulau lainnya,
seperti yang terpantau oleh Thomas Raffles, Gubernur Jenderal Hindia Belanda di
Jawa (1811-1816), yang menuliskan kekaguman akan suburnya tanah Jawa dalam buku The
History of Java.
Di
sisi lain, faktor kerekatan masyarakat Indonesia dan nasi juga punya catatan
tersendiri. Konsumsinya jauh tidak berimbang, setidaknya tercatat pada abad
ke-19. Saat itu, Dr CL van der Burg, ilmuwan yang merintis persoalan
kesehatan dan higienitas di Hindia, mendapati konsumsi nasi (karbohidrat) orang
Indonesia lebih banyak dibanding orang Eropa di Hindia Belanda, berdasarkan
catatan Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia.
Orang
Eropa mengonsumsi protein 15,4 persen, lemak 31,3 persen, dan karbohidrat 53,3
persen. Sementara itu, pribumi (orang Indonesia) hanya mengonsumsi protein 9,3
persen, lemak 9,9 persen saja, sedangkan karbohidrat terlampau tinggi hingga
80,8 persen. Memang, ada banyak faktor yang membuat konsumsi nasi di
Indonesia tinggi. Lahan pertaniannya subur dan melimpah, seperti sudah
disebutkan di atas. Ada juga faktor kemiskinan sehingga nasi rentan digunakan
untuk mengenyangkan diri.
Lalu
faktor lainnya adalah kurang informasi di antara masyarakat soal pilihan
karbohidrat. Oleh karena itu, tidak heran jika Presiden Soekarno pada 1960-an
kemudian berpandangan untuk melahirkan buku Mustika Rasa. Buku
tersebut menjelaskan bahwa masyarakat punya alternatif makanan selain beras
sebagai sumber karbohidrat, bahkan menciptakan makanan-makanan baru yang
bahannya berasal dari daerah masing-masing, seperti juga negara lain
memanfaatkan kacang kedelai sebagai penganan.
7. PROVENCALE
Provencale adalah
gambaran banyaknya preparation yang terinspirasi oleh (atau timbul dari) tukang
masak dari provence, yang mana tediri dari olive oil, tomato, garlic
redominate. Yang biasa digunakan di atas potongan daging atau poultry.
Sebuah
istilah yang mengacu pada hidangan yang disiapkan dengan gaya Provence, sebuah
wilayah di Prancis tenggara. Bahan yang menonjol digunakan dalam masakan
Provencal meliputi bawang putih, bawang merah, tomat, jamur, terong, dan minyak
zaitun. Seperti yang didefinisikan oleh Mechanical Turk 23 Desember 2011
8. SUSHI
Sushi adalah makanan
Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk
bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah
atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena
dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.
Asal usul kata sushi adalah
kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji sushi (酸し). Pada awalnya, sushi yang
ditulis dengan huruf kanji 鮓 merupakan
istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan disebut gyoshō (魚醤) yang membaluri ikan
dengan garam dapur, bubuk ragi (麹 koji) atau
ampas sake (糟 kasu). Penulisan sushi
menggunakan huruf kanji 寿司 yang dimulai pada zaman Edo periode
pertengahan merupakan cara penulisan ateji (menulis dengan
huruf kanji lain
yang berbunyi yang sama).
9.
BROWNIES
Brownies coklat adalah sebuah penganan yang dipanggang yang berbentuk
persegi, datar atau bar dikembangkan di Amerika Serikat pada akhir
abad ke-19 dan dipopulerkan di Amerika Serikat dan Kanada pada paruh
pertama abad ke-20. Brownies pertama kali
muncul di hadapan publik pada tahun 1893. Saat itu digelar
sebuah acara berupa pameran yang bertajuk Columbian Exposition yang diselenggarakan salah satu kota besar di Amerika, Chicago, Illinois. Pada saat itu
seorang koki dari Hotel Palmer House membuat suatu
inovasi kue setelah sang pemilik hotel Bertha Palmer memintanya
untuk menghidangkan makanan penutup untuknya dan para perempuan yang hadir pada pameran tersebut.
Sang koki diminta untuk membuat kue yang lain
daripada yg lain dipotong kecil-kecil agar mudah dimakan.
10.
GELATO
Gelato adalah es krim khas dari negara Italia. Nama gelato
berasal dari bahasa Italia yang artinya "beku". Gelato terbuat dari bahan utama seperti susu, krim, dan
gula. Kemudian diberi tambahan variasi rasa mulai dari buah-buahan, kacang, dan
bahan perasa lainnya. Apabila dibandingkan dengan es krim pada umumnya, Gelato
memiliki kandungan lemak yang lebih rendah. Gelato biasanya mengandung sedikit
udara dan memiliki lebih banyak varian rasa daripada makanan penutup beku
lainnya, memberikan kepadatan dan kekayaan rasa yang membedakannya daripada es
krim lainnya. Gelato disajikan layaknya es krim pada umumnya, seperti dalam
cup, kerucut, gelas, isian roti, kue, dan wadah lainnya.
Sejarah terciptanya Gelato penuh dengan mitos dan
sangat sedikit bukti untuk membuktikannya. Diantaranya seperti di Mesir, para Firaun (raja
Mesir) menjamu para tamunya dengan menyajikan piala perak yang dibagi menjadi
dua bagian: satu berisi salju, dan yang lainnya berisi jus buah. Selama periode Kekaisaran Romawi, Jenderal Quinto Fabio Massimo menulis resep
pertama dari semacam gelato yang menjadi sangat populer. Dikatakan pula bahwa
orang-orang Tionghoa mengajarkan
pedagang Arab bagaimana
menggabungkan sirup dan salju yang melahirkan versi pertama dari sorbetto,
hidangan es dari campuran salju dan jus buah. Kemudian beberapa pedagang Arab
datang ke Italia dan menunjukkan kepada penduduk Venesia dan Italia
selatan bagaimana membuat kelezatan hidangan beku yang baru ini. Sejarah
lainnya yaitu pada tahun 1565 yaitu Catherine de Meduci, putri dari satu keluarga bangsawan di Italia saat itu,
menugaskan seorang arsitek dan seniman bernama Bernardo Buontalenti untuk mempersiapkan jamuan bagi Raja Spanyol. Dengan
keahlian kuliner yang ia miliki, Buontalenti mengolah makanan pencuci mulut
dari krim beku yang kemudian menjadi cikal bakal gelato. Sehingga nama
Buontalenti dikenal sebagai penemu gelato.
Sources :










Comments
Post a Comment