Food Terminologi#9
1. Orem-orem
Orem-orem adalah masakan kuliner
Jawa dari Kota Malang yang berbahan dasar irisan tempe goreng, ayam, dan dimasak bersama kuah santan kental. Penyajiannya adalah dengan ketupat iris yang diberi tauge, tempe dan disiram kuah sayur kuah santan.
Rasa kuah orem-orem mirip seperti sayur lodeh dengan rasa sedikit pedas, dan
bisa ditambah kecap manis dan sambal sesuai selera. Masakan ini adalah khas
dari Kota Malang, Jawa Timur. Orem-orem dahulu biasa hanya disajikan dalam
acara hajatan seperti pernikahan dan syukuran di masyarakat Kota Malang. Namun
sejak 1980-an, masakan orem-orem juga dapat dibeli di warung tradisional,
bahkan pedagang kaki lima. Malang telah dikenal sebagai kota yang memiliki
makanan khas tempe, yaitu "Tempe khas Malang"
ataupun "kripik tempe". Dari bahan dasar inilah orem-orem juga
menjadi populer. Orem-orem adalah masakan yang terbuat dari irisan tempe khas
Malang yang digoreng, ayam, dan dimasak bersama kuah santan kental. Penyajiannya
adalah dengan ketupat iris yang diberi tauge, tempe dan disiram kuah sayur kuah santan.
Kuah orem-orem layaknya sayur lodeh namun kental dan dengan rasa sedikit pedas.
Biasanya dapat ditambah kecap manis atau sambal sesuai selera. Yang membuat
orem-orem unik adalah cara masaknya yang menggunakan bahan bakar arang, karena bara api arang yang tak mengubah
aroma bumbu dasarnya. Orem-orem hanya dapat ditemukan di Malang, karena bahan
dasarnya menggunakan tempe khas Malang, dan menggunakan bumbu-bumbu lokal
Malang.
2. Soto Kambing
Soto kambing adalah makanan khas
Indonesia yang berupa sejenis sup kambing dengan kuah yang berwarna kekuningan.
Warna kuning ini dikarenakan oleh kunyit yang digunakan sebagai bumbu. Soto kambing
banyak ditemukan di daerah-daerah di Indonesia dan Singapura. Selain daging kambing, bahan yang
digunakan juga meliputi telur rebus, irisan kentang, daun seledri, serta bawang
goreng. Terkadang soto juga disajikan dengan lontong atau nasi putih. Selain itu soto kambing juga sering
dihidangkan dengan sambal, kerupuk dan koya (campuran tumbukan kerupuk dengan
bawang putih).
3. Cwie Mie
Cwie Mie disajikan dengan krupuk yang
menjadi mangkuk, tapi ada juga yang tanpa krupuk mangkuk. Sedangkan pangsit
tidak pernah disajikan dengan krupuk mangkuk, hanya dengan krupuk pangsit kecil
biasa. Dari segi bumbu pun berbeda, bila Cwie Mie lebih bening dan asin, Mie
Ayam bumbunya berwarna coklat dan manis. Bila Anda suka yang gurih, pasti akan
lebih suka dengan Cwie Mie. Di Cwie Mie, ayamnya lebih kecil dan halus seperti
Mie Pangsit, sedangkan Mie Ayam dengan ayam yang dipotong kecil namun tak
sehalus Cwie Mie. Selada dan taburan bawang goreng yang ada di Cwie Mie khas
Malang ini akan semakin sedap dan berbeda dari makanan dari olahan mie lainnya.
Cwie Mie juga dijual dengan berbagai varian topping, tak hanya ayam saja, ada
di beberapa kedai yang mejual dengan tambahan seafood lainnya seperti udang
atau dengan tambahan pentol dan siomay juga sedap.
4. Nasi Mawut
Paduan nasi dan mie yang biasanya
digoreng. sebagian menyebutnya nasi goreng magelangan. Mawut berkonotasi
semrawut, acak-acakan. Dulu, yang tenar adalah nasi goreng atau bakmi goreng
saja. Ketika keduanya dicampur jadi satu, tampak semrawut.
5. Mendol
Mendol adalah salah satu makanan
khas Jawa Timur (selain rawon dan tempe kacang). Makanan ini terbuat dari bahan
dasar tempe kedelai juga. Tempe mendol ini banyak ditemukan di daerah Malang
baik untuk lauk maupun dimakan sebagai jajanan. Tempe ini berwarna
kehitam-hitaman karena dibuat dari bahan tempe kedelai yang sudah agak basi.
Bahan utama Mendol adalah tempe Malang yang berbentuk blok. Bumbunya yaitu
kencur, bawang, brambang, ketumbar, jeruk purut, garam dan sedikit gula putih, cabe besar merah
secukupnya dan cabe rawit kecil bagi yang suka pedas. Semua bumbu digiling
menggunakan uleg (batu penggiling bumbu) sampai halus, lalu tempe dilumat
bersama dengan bumbu tersebut. Tempe kondisi mentah dilumat tidak lembut, masih
bertekstur tempe ( masih terlihat serpihan kedelainya), ratakan bumbu pada
lumatan tempe tersebut. Setelah lumatan tempe berbumbu tersebut jadi, lalu
dibentuk sebesar sekitar 5 x 3 x 2 cm, biasanya dikepal-kepal dalam tangan.
Setelah itu dibiarkan saja sekitar 1-2 jam biar terfermentasi dengan baik, bila
ingin rasa masam, biarkan sampai 6 jam. Goreng dengan minyak yang sudah panas,
sampai warna kecoklatan. Ada yang suka mendol dengan rasa masam untuk rasa yang
lebih khas. Ada yang suka lebih kering, gorenglah sampai berwarna kehitaman.
Mendol paling enak dimakan dengan nasi hangat, dan atau bersama sayur asem
kangkung.
6. Tahwa
Tauhue (Hanzi: 豆花, hanyu pinyin: douhua), di Indonesia lebih umum dikenal
dengan nama tahwa atau kembang tahu, adalah sebuah camilan kecil tradisional
Tionghoa. Tauhue adalah dialek Hokkian yang lazim dibahasakan di kalangan
Tionghoa-Indonesia. Tauhue adalah penganan populer di Tainan, Taiwan. Tauhue
erat hubungannya dengan tahu karena bahan dan cara pembuatan yang hampir
sama. Makanan ini juga disebut puding tahu atau puding kedelai. Tauhue sangat
populer di Tiongkok selatan, biasanya dihidangkan bersama dengan air gula. Di
Taiwan, tauhue biasanya juga dihidangkan bersama kacang merah, air jeruk nipis
untuk menambah keragaman rasa.
7. Rengginang
Rengginang adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari nasi atau beras
ketan yang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah panas matahari lalu
digoreng panas dalam minyak goreng dalam jumlah yang banyak. Agak berbeda dari
jenis kerupuk lain yang umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan
seperti tepung tapioka atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak dihancurkan
sehingga bentuk butiran nasi atau ketannya masih tampak. Seringkali rengginang
dibuat dari nasi sisa yang tak termakan, lalu dijemur dan dikeringkan untuk
kemudian digoreng dan dijadikan rengginang. Di Jawa Tengah juga dikenal
penganan yang sama yang disebut intip goreng, yakni kerak nasi (Jw.: intip)
sisa menanak yang melekat pada dandang yang kemudian dikeringkan dan digoreng.
Perbedaan antara intip goreng dan rengginang hanyalah pada ukurannya. Intip
berukuran lebih besar daripada rengginang karena dicetak dari dasar dandang
atau periuk penanak nasi. Dalam pada itu, di beberapa tempat di Jawa Barat
dikenal pula penganan berbentuk serupa namun dengan bahan dasar singkong atau
gaplek, yang disebut renggining. Rengginang dapat digoreng tanpa diberi bumbu
maupun rasa, asin atau manis. Ada jenis rengginang yang diberi rasa dengan udang,
terasi, atau kerang lorjuk (kerang bambu).
8. Serabi
Serabi berasal dari bahasa sunda
yaitu ‘sura’ yang berarti besar. Serabi sudah menjadi makanan tradisional yang
banyak digemari sejak tahun 1923. Asal usul serabi hingga kini masih diperdebatkan.
Ada yang menyebutkan serabi berasal dari India, namun ada juga yang mengatakan
serabi mendapatkan pengaruh panekuk yang berasal dari Belanda. Bentuk serabi
mirip dengan pancake, hanya saja ukurannya lebih kecil dan lebih tebal.
Umumnya, adonan serabi dibuat dari tepung beras atau tepung terigu, mentega,
dan telur sebagai bahan utama. Adonan tersebut kemudian dicetak di dalam
cetakan yang terbuat dari tanah liat, dan dibakar menggunakan tungku atau kayu
bakar. Secara tradisional, serabi biasanya disajikan bersama kuah atau saus
yang dibuat dari gula jawa dan santan kelapa yang disebut dengan kinca. Seiring
berjalannya waktu, kini sudah banyak modifikasi serabi yang ditambahkan
berbagai toppingan manis dan asin, seperti keju, daging, jagung, dan lainnya.
Dan disajikan dengan tambahan mayones atau saus cokelat. Terdapat banyak macam
serabi di Indonesia, seperti serabi solo, serabi jakarta, serabi bandung,
serabi mataram, dan serabi modern. Hanya saja, hanya dua jenis serabi yang
cukup terkenal di Indonesia, yakni serabi bandung dan serabi solo. Kedua jenis
serabi ini memiliki perbedaan, baik dari bahan hingga penyajian yang berbeda.
Jika serabi bandung menggunakan tepung terigu sebagai bahan utamanya, maka
serabi Solo menggunakan tepung beras sebagai bahan utamanya. Untuk penyajian,
serabi bandung biasanya disajikan bersama kinca, sedangkan pada serabi solo,
santan ditambahkan ke dalam adonan.
9. Plecing Kangkung
Plecing kangkung adalah masakan khas
Indonesia yang berasal dari Lombok. Plecing kangkung terdiri dari kangkung yang
direbus dan disajikan dalam keadaan dingin dan segar dengan sambal tomat, yang
dibuat dari Cabai rawit, garam, terasi dan tomat, dan kadangkala diberi tetesan
jeruk limau. sebagai pendamping Ayam taliwang, plecing kangkung biasanya
disajikan dengan tambahan sayuran seperti taoge, kacang panjang, kacang tanah
goreng, ataupun urap. Kangkung yang digunakan untuk masakan ini juga sangat
khas, tidak seperti tanaman kangkung sayur yang misalnya lazim di Pulau Jawa,
tetapi berupa kangkung air yang biasanya ditanam di sungai yang mengalir dengan
metode tertentu, yang menghasilkan kangkung dengan batangan besar yang renyah.
Pada zaman dahulu di Lombok ada seorang yang terkenal sangat sakti dan tidak
bisa di kalahkan. oleh karena kesaktiannya ini ia ditakuti oleh orang-orang
kala it.
Kemudian pada suatu hari ia diundang
untuk mengadiri acara makan-makan di sebuah kerajaan, orang sakti inipun di
tawari makan berupa PELECING LOMBOK, ketika ia makan pelecing tersebut,
tiba-tiba kangkung yang ia makan melilit di tenggorokannya yang membuat ia
susah bernafas dan kemudian membuat ia meninggal dunia.
10. Ayam Taliwang
Menurut sejarahnya, ayam taliwang
berasal dari masyarakat Karang Taliwang yang bermukim di Kecamatan Cakranegara,
Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kemunculannya pertama kali pada
masa peperangan antara Kerajaan Selaparang dengan Kerajaan Karangasem Bali.
Pada masa peperangan itu pasukan Kerajaan Taliwang didatangkan untuk membantu
Kerajaan Selaparang yang tengah diserang oleh kerajaan Karangasem Bali.
Orang-orang Taliwang ditugaskan sebagai juru damai. Mereka ditempatkan Mereka
ditempatkan di suatu wilayah yang dinamakan Karang Taliwang.
Selama penugasan, mereka melakukan
pendekatan dengan Raja Karangasem agar peperangan yang telah menelan banyak
nyawa dan harta dihentikan. Pada misi tersebut juga melibatkan berbagai
kelompok dari berbagai elemen seperti pemuka Agama islam, juru kuda dan juga
juru masak. Masing-masing kelompok tersebut bertugas sesuai dengan keahlian dan
kemampuan mereka. Pemuka Agama Islam bertugas memberikan pencerahan kepada
masyarakat dan melakukan pendekatan dengan Raja Karangasem. Juru kuda bertugas
menjaga dan memelihara kuda. Juru masak bertugas menyiapkan pasokan makanan
selama masa itu. Sesuai dengan tugasnya, para juru masak ini menyajikan makanan
hasil olahan ayam dengan bumbu-bumbu yang diperoleh dari alam sekitar. Seiring
berjalannya waktu, terjadi pembauran masyarakat antara masyarakat Taliwang
dengan masyarakat Sasak. Dan masakan pun ikut mengalami pembauran. Ayam diolah
menjadi ayam pelalah, dan jadilah ayam pelalah ini cikal bakal ayam taliwang.









Comments
Post a Comment