Ingredients#2




1. BERAS



DEFINISI
Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi) dan 'lemma' (bagian yang menutupi).
Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam, yang disebut beras.
Beras umumnya tumbuh sebagai tanaman tahunan. Tanaman padi dapat tumbuh hingga setinggi 1 - 1,8 m. Daunnya panjang dan ramping dengan panjang 50 – 100 cm dan lebar 2 - 2,5 cm. Beras yang dapat dimakan berukuran panjang 5 – 12 mm dan tebal 2 – 3 mm.
SEJARAH
Sejarah beras menurut beberapa sumber sejak tahun 2500 SM, beras telah menjadi sumber makanan utama masyarakat di dunia. Asal produksi padi yaitu dari Cina dan menyebar ke negara-negara lain seperti Sri Lanka dan India. Diyakini bahwa beras dibawa ke Asia Barat dan Yunani pada 300 SM oleh tentara Alexander Agung.
Pada 800 Masehi, orang-orang di Afrika Timur berdagang dengan orang-orang dari India, dari sini awal mulanya Indonesia diperkenalkan pada tanaman padi atau beras. dan sekarang indonesia telah menjadi supplier beras terbesar ke-3 di dunia
NUTRISI :
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi 1.527 kJ (365 kcal)
Karbohidrat 79 g
- Gula 0.12 g
- Serat pangan 1.3 g
Lemak 0.66 g
Protein 7.13 g
Air 11.62 g
Tiamina (Vit. B1) 0.070 mg (5%)
Riboflavin (Vit. B2) 0.049 mg (3%)
Niasin (Vit. B3) 1.6 mg (11%)
Asam Pantotenat (B5) 1.014 mg (20%)
Vitamin B6 0.164 mg (13%)
Folat (Vit. B9) 8 μg (2%)
Kalsium 28 mg (3%)
Besi 0.80 mg (6%)
Magnesium 25 mg (7%)
Mangan 1.088 mg (54%)
Fosfor 115 mg (16%)
Kalium 115 mg (2%)
Zink 1.09 mg (11%)


FUNGSI :
Beras sebagai menu pokok harian yang selalu dikonsumsi oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia ini memiliki kandungan pati yang cukup besar dibandingkan dengan sereal. Selain itu, dalam beras juga mengandung vitamin, protein, mineral, dan air. Beras yang mengandung karbohidrat ini sangat dibutuhkan untuk Anda yang memiliki banyak aktivitas karena karbohidrat berguna sebagai pemasok energi untuk tubuh.
Dalam masakan, beras yang sudah menjadi nasi memiliki rasa yang legit dan terkadang jika mendapatkan beras yang kuran bagus akan terasa anta atau hambar. Biasanya cara untuk menjadikan nasi menjadi lebih gurih dapat dimasak menjadi nasi goreng ataupun dimasak dengan menggunakan mentega saja. Sedangkan untuk beras hitam dan beras ketan biasanya lebih sering digunakan untuk membuat bubur ketan yang disiram dengan saus santan.
JENIS-JENIS BERAS :
Beras putih, sesuai namanya, berwarna putih agak transparan karena hanya memiliki sedikit aleuron, dan kandungan amilosa umumnya sekitar 20%. Beras ini mendominasi pasar beras.
Beras merah, akibat aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu.
Beras hitam, sangat langka, disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam.
Ketan (atau beras ketan), berwarna putih, tidak transparan, seluruh atau hampir seluruh patinya merupakan amilopektin.
Ketan hitam, merupakan versi ketan dari beras hitam.


2. TELUR

DEFINISI
Telur dihasilkan oleh hewan betina dari berbagai spesies, termasuk burung, reptil, amfibi, mamalia, ikan, dan telah dimakan oleh manusia selama ribuan tahun. Telur yang paling umum dikonsumsi adalah telur ayam. Telur unggas lainnya termasuk bebek dan burung puyuh juga dimakan. Dan telur ikan disebut roe dan kaviar.
SEJARAH

Telur burung telah menjadi bahan makanan yang berharga sejak prasejarah, baik di masyarakat berburu dan budaya yang lebih baru di mana burung dijinakkan. Ayam mungkin dijinakkan untuk telurnya (dari ayam hutan asli ke Asia Tenggara dan subtropis India) sebelum 7500 SM. Ayam dibawa ke Sumeria dan Mesir pada 1500 SM, dan tiba di Yunani sekitar 800 SM, di mana burung puyuh adalah sumber utama telur. Di Thebes, Mesir, makam Haremhab, dibangun sekitar 1420 SM, menunjukkan penggambaran seorang pria membawa mangkuk telur burung unta dan telur besar lainnya, mungkin dari pelikan, sebagai persembahan. Di Roma kuno, telur diawetkan menggunakan sejumlah metode, dan makanan sering dimulai dengan telur. Bangsa Romawi menghancurkan cangkang di piring mereka untuk mencegah roh jahat bersembunyi di sana. Pada Abad Pertengahan, telur dilarang selama masa Prapaskah karena kekayaan mereka. Kata mayones mungkin berasal dari moyeu, kata Prancis abad pertengahan untuk kuning telur, yang berarti pusat. Industri telur kering dikembangkan pada abad ke-19, sebelum bangkitnya industri telur beku. Pada tahun 1878, sebuah perusahaan di St. Louis, Missouri mulai mengubah kuning telur dan putih menjadi zat berwarna coklat muda, seperti makanan dengan menggunakan proses pengeringan. Produksi telur kering secara signifikan diperluas selama Perang Dunia II, untuk digunakan oleh Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.


NUTRISI


Telur ayam, telur yang paling sering dimakan, menyediakan 155 kalori (kkal) energi makanan dan 12,6 g protein dalam porsi 100 gram. Telur (rebus) memasok beberapa vitamin dan mineral sebagai jumlah signifikan dari Nilai Harian (DV), termasuk vitamin A (19 persen DV), riboflavin (42 persen DV), asam pantotenat (28 persen DV), vitamin B12 (46 persen DV ), kolin (60 persen DV), fosfor (25 persen DV), seng (11 persen DV) dan vitamin D (15 persen DV). Satu kuning telur mengandung lebih dari dua pertiga dari asupan harian yang direkomendasikan yaitu 300 mg kolesterol. Pola makan ayam petelur dapat mempengaruhi kualitas nutrisi telur. Misalnya, telur ayam yang mengandung asam lemak omega-3 tinggi diproduksi dengan memberi makan ayam diet yang mengandung lemak tak jenuh ganda dari sumber seperti minyak ikan, biji chia, atau biji rami. Ayam betina yang dibesarkan di padang rumput, yang mencari makan sendiri, juga menghasilkan telur yang relatif diperkaya dengan asam lemak omega-3 dibandingkan dengan ayam yang dibesarkan di kandang. Sebuah studi USDA 2010 menetapkan tidak ada perbedaan makronutrien yang signifikan dalam berbagai telur ayam. Telur yang dimasak lebih mudah dicerna, serta memiliki risiko salmonellosis yang lebih rendah.
FUNGSI


Telur ayam banyak digunakan dalam berbagai jenis hidangan, baik manis dan gurih, termasuk banyak makanan yang dipanggang. Beberapa metode persiapan yang paling umum termasuk orak-arik, digoreng, direbus, omelet dan acar. Mereka juga bisa dimakan mentah, meskipun ini tidak dianjurkan untuk orang-orang yang mungkin sangat rentan terhadap salmonellosis, seperti orang tua, yang lemah, atau wanita hamil. Selain itu, protein dalam telur mentah hanya 51 persen bioavailable, sedangkan telur yang dimasak mendekati 91 persen bioavailable, yang berarti protein dari telur yang dimasak hampir dua kali lebih mudah diserap dibandingkan protein dari telur mentah. Sebagai bahan, kuning telur adalah pengemulsi penting di dapur, dan juga digunakan sebagai pengental dalam custard. Albumen, atau putih telur mengandung protein sedikit atau tanpa lemak, dan dapat digunakan dalam memasak secara terpisah dari kuning telur. Protein dalam putih telur memungkinkannya untuk membentuk busa dan masakan soda. Putih telur dapat diangin-anginkan atau dikocok dengan konsistensi halus, dan sering digunakan dalam makanan penutup seperti meringue dan mousse.
KARAKTERISTIK 


Karakteristik telur adalah mempunyai cangkang yang keras dan kaku, selaput, putih telur dan juga kuning telur. Fungsi dari putih telur adalah mempertahankan posisi dan bentuk kuning telur di tengah.

                                                                   3. Beras Ketan






History :
Ketan hitam sudah ada sejak zaman Majapahit. Kala itu, karena rasanya yang enak dan mudah didapat, ketan hitam tak hanya dikonsumsi oleh para raja saja namun juga oleh rakyat jelata.
(source : http://wartakota.tribunnews.com/2017/09/25/filosofi-ketan-hitam-sejak-jaman-kerajaan-majapahit)


Nutrient Content :
Jumlah Per
100 g
Kalori (kcal) 97
Jumlah Lemak 0.2 g
Lemak jenuh 0 g
Lemak tak jenuh ganda 0.1 g
Lemak tak jenuh tunggal 0.1 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 5 mg
Kalium 10 mg
Jumlah Karbohidrat 21 g
Serat pangan 1 g
Gula 0.1 g
Protein 2 g
Vitamin A 0 IU Vitamin C 0 mg
Kalsium 2 mg Zat besi 0.1 mg
Vitamin D 0 IU Vitamin B6 0 mg
Vitamin B12 0 µg Magnesium 5 mg
(source : https://www.google.com/search?q=beras+ketan&ie=utf-8&oe=utf-8&client=firefox-b-ab)


Function :
1. Menurunkan Resiko Penyakit Jantung
Beras ketan memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Adapun manfaatnya yaitu untuk memperlancar pencernaan dan memelihara kesehatan jantung. Mengkonsumsi beras ketan memiliki dampak positif untuk menjaga kesehatan tubuh.
2. Sumber Energi
Dalam secangkir beras ketan mengandung 169 kalori atau bisa dikatakan sekitar 8% dari asupan kalori yang direkomendasikan. Disamping itu, dalam secangkir beras ketan mengandung 4% niacin, tiamin yang berguna sebagai sumber energi untuk membantu proses metabolisme tubuh.

3. Menangkal Radikal Bebas
Beras ketan mengandung mineral penting seperti selenium yang bermanfaat sebagai antioksidan tubuh. Nutrisi tersebut berguna untuk menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan serta membantu meningkatkan sistem/daya tahan tubuh.

4. Menjaga Sistem Metabolisme
Kandungan mangan pada beras ketan berguna untuk membantu proses metabolisme tubuh supaya tetap sehat dan normal. Disamping itu, kandungan vitamin B6 berguna untuk mencegah terjadinya penyakit anemia. Nutrisi tersebut akan berkontribusi dalam membantu pembentukan sel-sel darah merah.

5. Mengatur Aktivitas Dari Hormon Tiroid
Selenium pada beras ketan berfungsi untuk mengatur aktivitas hormone tiroid dan berperan penting dalam membantu kinerja pembuluh darah sehingga berfungsi dengan baik. Didalam secangkir beras ketan mengandung sekitar 9.7% selenium sehingga bisa mencukupi setengah dari rekomendasi yaitu 18%.

6. Menjaga Kesehatan Tulang
Beras ketan mengandung sejumlah protein dan mangan. Nutrisi tersebut memiliki peranan yang sangat luar biasa dalam menjaga kesehatan tulang. Dengan mengkonsumsi beras ketan maka sangat berguna untuk mencegah terjadinya kerusakan pada tulang.

1. Tepung Terigu
Tepung terigu adalah salah satu bahan makanan yang dibuat dari biji gandum yang berbentuk serbuk atau butiran sangat halus berwarna putih. Tepung terigu ini merupakan salah satu jenis tepung yang sering digunakan manusia dalam membuat berbagai jenis makanan dan masakan. Misalnya, terigu digunakan sebagai bahan pokok dalam pembuatan mie, roti, biskuit, dan bubur.

Fungsi

Tepung terigu sebagai salah satu bahan pangan populer tentu saja memiliki banyak manfaat di dalamnya. Dan bahkan meski terigu diperoleh dari beberapa tahap pengolahan, gizi dari terigu pun tetap ada. Terigu mengandung karbohidrat (zat pati) yang cukup tinggi, protein, asam folat, vitamin E,asam lemak esensial, vitamin B, dan serat.

Berdasarkan zat protein yang dikandungnya, tepung terigu dibagi menjadi 3 jenis, yaitu tepung terigu protein tinggi, tepung terigu protein sedang, dan tepung terigu protein rendah. Semakin tinggi kadar proteinnya, semakin tinggi pula kadar kekenyalannya. Karena itu, tepung terigu yang paling cocok untuk membuat mie, roti, atau pasta adalah terigu berprotein tinggi.

Comments

Popular posts from this blog

Local Food#6

Daily Activity (English Version)#30

Daily Activity(English Version)#36