Daily Activity(Indonesian Version)#41
Hari ini, saya tiba di kampus pada pukul 06.00. saya datang lebih awal
karena hari ini saya dan 4 orang teman saya. Di tunjuk oleh senior untuk
membantu mereka di hotel Mboutique. Kami mempersiapkan semua alat yang
ada dalam list, dan barang lainnya yang akan digunakan di sana. Alat
yang kami persiapkan cukup banyak, mulai dari kompor, stock pot,
frying pan, saute pan dan alat penunjang lainnya. Setelah semua barang
telah dipersiapkan, selanjutnya kami menaikkan semua barang ke dalam
mobil.
Karena di dalam mobil penuh dengan peralatan, kami harus berangkat ke
sana dengan menggunakan kendaraan pribadi berupa motor. Kami berangkat
Bersama menuju lokasi, yang berada di jalan JL. Gunung Bawakaraeng.
Saat tiba di sana, kami langsung menuju ke parkiran untuk memarkirkan
kendaraan kami. Kemudian menurunkan semua peralatan dan langsung
menyusunnya. Saat menyusunya perubahan tempat sering terjadi, terutama
untuk penempatan kompor, yang jumlahnya ada 5 buah. Dikarenakan lokasi
yang digunakan untuk acara tidak terlalu luas.
Satu demi satu meja di susun dengan sedemikian rupa, meja yang digunakan
untuk kompor adalah meja persegi Panjang, sedangkan meja yang digunakan
untuk hidangan dessert berbentuk bulat.
Saat menyusun meja tersebut, sesekali saya bertanya kepada senior
tentang acara ini. “Katanya acara ini merupakan acara masak-memasak
untuk ibu pkk yang ada di makaassar, dan di sini kita bertindak sebagai
pengarah dan pengawas”. Saat mendengarkan penjelasan dari senior,
difikiran saya itu, layaknya seperti kompetisi masak yang melibatkan
ibu-ibu di tv. Namun ternyata pada saat acara berlangsung semuanya
sangat jauh berbeda dengan ekspektasi saya.
Kegiatan ini di mulai pada pukul 11.00, sebelum kegiatan memasak berlangsung. Terdapat pembagian kelompok.
Yakni dibagi menjadi 5 kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 7
orang. Saat pembagian kelompok masih berlangsung, banyak ibu-ibu yang
langsung menuju ke area kerja tanpa memerhatikan kelompok masing-masing.
Entah karena mereka terlalu bersemangat atau mungkin karena mereka
sudah lapar, hahah. Saat kegiatan memasak sudah dimulai, ibu-ibu bekerja
secara anarkis, mereka tidak lagi memperhatikan standar resep yang
diberikan. Tapi masing-masing dari mereka menggunakan cara rumahan nya.
Sehingga kami sedikit kesulitan untuk memberikan arahan sesuai dengan
resep yang ada.
Waktu terus berjalan hingga mereka saling berebut alat, dan bahan-bahan.
Mereka saling berebut satu sama lain. Padahal sebenarnya alat yang kami
bawa itu cukup untuk setiap kelompok, begitupun dengan bahan yang kami
sediakan. Namu apalah daya kalau ibu-ibu sudah bertindak. Kalau kata
anak jaman sekarang, “The power of emak-emak”. Karena semua kegiatan
telah diambil alih oleh ibu-ibu, maka kami hanya mengusap dada sambil
terus memantau kegiatannya.




Comments
Post a Comment